INTEGRASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM NASIONAL

Selasa, Maret 3rd, 2009

Oleh Luthfi Widagdo Eddyono

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam mengembangkan sistem hukum nasional adalah pluralisme hukum, terutama antara hukum nasional dan hukum agama, khususnya hukum Islam sebagai bagian dari ajaran agama Islam yang dianut oleh mayoritas warga negara Indonesia.

Menurut ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., pada kegiatan Temu Wicara dan Pendidikan Kesadaran Berkonstitusi yang diadakan MK RI dengan PP Muslimat Nahdlatul Ulama (30/3/2007), kedua sistem aturan tersebut membutuhkan penyelarasan antara hukum negara dan hukum agama.

Lebih lanjut Jimly mengungkapkan bahwa hal ini merupakan salah satu agenda penting, karena jika antara hukum negara dan hukum agama terjadi pertentangan, maka dalam konteks sosial dapat menjadi salah satu akar konflik sosial. Sedangkan dalam konteks individu warga negara, hal itu dapat menimbulkan keterbelahan kepribadian (split of personality) pada saat terjadi pertentangan antara kewajiban mematuhi norma hukum dengan kewajiban mematuhi norma agama. “Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan adanya integrasi sistem hukum, integrasi kesadaran hukum, dan integrasi konsep pendidikan hukum,” ujar Jimly.

Terkait dengan itu, guna mengembangkan integrasi hukum Islam dalam hukum nasional, menurut Jimly, dibutuhkan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh, baik terhadap hukum Islam maupun terhadap sistem hukum nasional.

http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=321

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: